Konsep desain interior tradisional identik dengan rumah yang sangat hangat. Perabotannya terkesan klasik dan menampilkan perabot dengan suasana jadul seperti di rumah kakek-nenek zaman dahulu. Rumah dengan desain seperti ini juga menunjukan karakter yang tenang dan teratur. Walaupun desainnya terkesan tua, tapi rumah dengan gaya seperti ini bisa membuat suasana nyaman dan sangat kekeluargaan. Desain yang jauh dari kesan formal dan memberikan suasana santai bisa menjadi berkesan untuk rumah Anda. Untuk menerapkannya maka Anda perlu mempelajari karakter desain interior untuk rumah bergaya tradisional, simak penjelasannya berikut ini:

Suasana Homey

Rumah tradisional identik dengan suasana yang nyaman dan homey. Dengan nuansa tradisional orang akan merasa ketenangan. Ketika kembali kerumah, mereka akan merasa seperti meninggalkan kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

Pola Bunga

Interior rumahh bergaya tradisional juga identik dengan penggunaan pola bunga. Tidak hanya digunakan pada dinding, tetapi bisa digunakan pada ukiran, kolom, pintu dan beberapa elemen lainnya. Identik dengan pola bunga karena bunga dan tumbuhan memang melekat pada kehidupan tradisional dan pedesaan. Untuk menghadirkan pola bunga pada rumah tradisional Anda, gunakan wallpaper bercorak bunga atau pasang cermin dengan frame dengan ukiran bunga.

Sederhana

Kesederhanaan adalah hal yang paling tidak bisa dilepaskan pada konsep tradisional. Untuk mencerminkan kesederhanaan itu maka diperlukan penggunaan warna pada ruangan yang tidak mencolok. Gunakan warna-warna netral atau warna alam seperti cokelat.

Serba Sepasang

Rumah bergaya tradisional kerap sekali menghadirkan furnitur yang berpasang-pasangan. Seperti kursi, pintu, dan jendela. Berpasangan akan mencerminkan ciri-ciri konvensional.

Teratur, Konsisten dan Detail

Rumah bergaya tradisional memiliki keteraturan, konsisten dan detail pada setiap desainnya seperti pola batik, ukiran keris, patung-patung kayu atau garis pada kain songket.

Furnitur Daur Ulang

Furnitur yang digunakan pada rumah bergaya tradisional cenderung menghindari furnitur yang modern, namun lebih menggunakan furnitur daur ulang. Seperti kursi dari sisa kayu atau rotan.

Sebagai tambahan pada konsep ini tidak akan menampilkan aksesoris yang menonjol dan dominan agar semuanya tampak sederhana. Desain interior  bergaya tradisional bisa membuat kesan yang berbeda pada hunian Anda.

Sumber:

https://media.rooang.com/2015/10/ini-7-ciri-interior-rumah-bergaya-tradisional/

https://lh5.googleusercontent.com/proxy/SIIFbXjf0eWsLWo980pYpcrrbb3x7AzI-3jdvh05wzDCchFvuXqeW2eKxmvpDHCm2xVofpEN3q3SvqlXA5LbcRjzMll8d1lp215yrT9THCWXkJLYXjP2uKV-sgCeSHUx8aoUDY4gn44edIEolfau=s0-d

Buat rencana Desain Interior sesuai keinginan Anda.